Senin, 12 April 2010

Arsip untuk ‘Artikel Informatika’ Kategori

Hosting atau yang biasa disebut web hosting adalah layanan penyewaan ruang simpan data (space) yang digunakan untuk menyimpan data-data website agar halaman website tersebut dapat diakses dari mana saja. Data website tersebut meliputi file-file html, php script, cgi script, css, image, database, dan file lain yang dibutuhkan untuk menampilkan halaman web.

Sedangkan domain adalah nama unik alamat untuk website yang diakhiri dengan .com , .net , .org , .co.id , dsb. (contoh : www.rintakrida.com).

Biasanya penyedia layanan hosting juga akan menyediakan pula pendaftaran domain untuk website yang akan dipublikasikan. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan domain dan hosting dipesan di penyedia layanan yang berbeda (misal beli domain di yahoo, hosting di telkom). Bahkan bila suatu perusahaan telah mampu untuk memiliki suatu server tersendiri yang terkoneksi dengan internet dengan bandwith yang memadai dan memiliki ip public static, maka akan sangat memungkinkan untuk tidak menggunakan jasa layanan penyedia hosting, namun cukup membeli domain saja.

Dalam memilih penyedia layanan hosting, perlu dicermati kredibilitasnya. Karena bila perusahaan penyedia layanan tersebut bangkrut, maka data yang dititipkan juga akan terancam hilang. Oleh karena itu, kebanyakan dari instansi pemerintah di Indonesia lebih memilih untuk menitipkan data atau hosting di Telkom (yang kebetulan juga sebagai salah satu penyedia layanan hosting) atau membuat server tersendiri di instasinya. Karena asumsinya tidak mungkin telkom akan bangkrut (karena selama Indonesia berdiri, telkom pasti akan tetap ada).

Biasanya kebijakan membuat server tersendiri atau perlu menyewa layanan hosting akan bergantung dari infrastruktur internet dari suatu instansi/perusahaan dan tingkat kerahasiaan data yang akan disimpan. Namun bila infrastruktur internet di suatu instansi belum memadai, maka penyedia layanan hosting seperti telkom masih dapat diandalkan dalam menjamin keamanan dan kerahasiaan data dari kostumer.

Oleh karena itu, bila anda berada di Indonesia yang ingin memanfaatkan layanan hosting namun bingung memilih perusahaan mana yang memiliki kemungkinan paling kecil untuk bangkrut agar data tidak ikut hilang, nampaknya PT TELKOM dapat dijadikan pilihan utama.


Compile Sub Program & Trigger Oracle dengan SQLPlus


Pembuatan procedure, function atau trigger pada mesin database Oracle seringkali dilakukan menggunakan aplikasi SQLPlus dengan menggunakan pemrograman PL/SQL. Yang menjadi permasalahan adalah ketika blok pemrograman PL/SQL untuk membuat procedure atau trigger telah dilakukan seringkali muncul pesan error akibat terjadi kesalahan penulisan. Pesan yang muncul kurang lebih adalah (contoh) Trigger created with compilation error.

Ketika pesan muncul, tidak disertai pada baris ke berapakah pada line pemrograman yang menyebabkan terjadi kesalahan.

Untuk mengetahui, dapat digunakan syntax berikut ini :

SHOW ERRORS tipe_object nama_object;

Tipe_object diisi sesuai dengan object apa yang sedang dibuat atau yang akan di-compile (misal : trigger, procedure, function). Sedangkan nama_object diisikan nama dari object yang sedang dibuat atau yang akan di-compile. Sebagai contoh, untuk melakukan compile pemrograman pembuatan trigger yang diberi nama pasok, maka syntax-nya adalah sebagai berikut :

SHOW ERRORS TRIGGER PASOK;

Mendaftarkan Site ke Search Engine (Yahoo!)

Seringkali terdapat anggapan bahwa ketika telah selesai membuat suatu website baru, maka secara otomatis website tersebut akan dapat muncul di berbagai search engine seperti misalnya Yahoo!, Google atau Altavista. Pada kenyataannya, pengembang website-lah yang harus mendaftarkan site yang dibuatnya agar dapat muncul di search engine.

Salah satu mesin pencari terbesar saat ini adalah Yahoo! Search Engine yang telah memuat ratusan juta situs dari seluruh penjuru dunia ke dalam database-nya. Untuk mendaftarkan site yang dibuat ke Yahoo! tidak memerlukan cara yang rumit. Berikut langkah-langkah yang dapat diaplikasikan :

1. Buka http://siteexplorer.search.yahoo.com/

2. Pada Add My Site, ketikkan nama domain website yang telah dibuat (misal www.rintakrida.com) lalu klik tombol Add My Site.

3. Dengan asumsi pendaftar telah memiliki Account Yahoo! (misal : Account layanan e-Mail di Yahoo!), selanjutnya isikan username dan password ketika Yahoo! memintanya.

4. Setelah mengisikan login Yahoo!, akan tampil nama situs yang telah didaftarkan tadi pada tabel Site Explorer.

5. Pada tabel tersebut, terdapat kolom status. Klik tombol Authenticate. Ada beberapa cara yang dapat digunakan agar situs yang dibuat dapat diautentifikasi oleh Yahoo!. Namun yang akan digunakan di sini adalah melakukan upload file html ke direktori public_html di server situs anda. File dengan tipe html ini dapat diperoleh dengan mendownload file yang diberikan oleh Yahoo!. Setelah file didownload dari Yahoo dan diupload ke server situs, klik Ready to Authenticate.

6. Yahoo! akan memproses autentifikasi situs anda dalam waktu 1 x 24 jam

7. Pada menu yang ada pilih menu My Sites yang akan mengarahkan anda kembali ke Tabel Site Explorer. Bila situs telah terautentifikasi oleh Yahoo!, maka status akan berubah menjadi Authenticated. Sementara sedang diautentifikasi oleh Yahoo!, status yang muncul adalah pending.

Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

TWITTER

Menu

Recent Post